Big News Times

Just another Blogger Template by Basnetg.com

Basnetg.com - Premium Blogger Templates

Berhijab Panjang, Illiza Sa’aduddin Sulap Aceh Jadi Destinasi Wisata Syariah

Published on: Senin, 01 Februari 2016 //
Nama Aceh bukan hanya dikenal di tanah air, namun daerah ini pernah mendunia akibat peristiwa bencana gempa dan tsunami Aceh pada 2007 lalu. Namun siapa sangka kini Aceh menjadi wisata syariah yang paling diminati. Ini semua karena keterampilan Iliza Sa'aduddin, sang hijabers panjang yang kini menjadi Walikota Banda Aceh.
Memimpin Banda Aceh yang remuk dilanda gempa dan dilumat tsunami tidaklah mudah. Sebab hampir seluruh infrastruktur publik hancur. Aparatur pemerintahan pun bercerai-berai. Beruntung, Mawardy–Illiza dilantik saat Aceh sudah damai, tepatnya dua tahun sejak penandatanganan perjanjian damai RI-GAM di Helsinki pada 2005. Berbekal pengalaman tujuh tahun sebagai wakil wali kota mendampingi Mawardy Nurdin, Illiza memfokuskan pada pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia, dan tata kelola pemerintahan.
Illza juga mendorong partisipasi perempuan dalam musyawarah pembangunan yang membuatnya memperoleh penghargaan Gender Awareness Award dari pemerintah Jerman. Meski giat melaksanakan pembangunan fisik dan tata kelola pemerintahan, Illiza tak melupakan sisi religiusitas Banda Aceh. Perempuan kelahiran 31 Desember 1973 itu mencanangkan Banda Aceh sebagai destinasi wisata i

slami dunia. Ibu empat anak itu pun belajar pengelolaan pariwisata sesuai syariah dari kota kembar Banda Aceh, yakni Istanbul di Turki. Keseriusan istri Amir Ridha menjadikan Banda Aceh sebagai destinasi wisata sesuai syariah ditunjukkan dengan penataan objek wisata, penertiban tempat wisata, pengaturan penginapan, serta membangun tempat-tempat hiburan yang menunjukkan kebesaran dunia Islam. Promosi ke luar negeri juga digalakkan, utamanya ke Malaysia, Jerman, Amerika Serikat, dan Tiongkok.

Hasilnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh meningkat 61 persen tahun lalu. Selama 2015, sekitar 1,8 juta setahun wisatawan berkunjung ke Banda Aceh dan kota-kota di sekitarnya. Wisatawan lokal masih mendominasi, umumnya berasal dari Sumatera Utara, provinsi lain di Sumatera, dan kota-kota di Jawa. Mayoritas berkunjung ke objek-objek wisata terkait tsunami, seperti museum tsunami dan PLTD Apung.



BANTENPERSPEKTIF
Diolah dari berbagai sumber

Popong Otje Djundjunan (Politisi dan Aktivis Wanita Sunda)

Published on: Minggu, 31 Januari 2016 //
 
Dra. Popong Otje Djundjunan, politisi Golkar kelahiran Bandung 30 Desember 1938, adalah Anggota DPR-RI tertua yang terpilih pada Pileg 2014 dan dilantik 1 Oktober 2014. Sesuai Tatib DPR, dia pun menjadi pimpinan DPR sementara, bersama anggota termuda,. hingga terpilihnya pimpinan DPR tetap. Sebagai pimpinan DPR sementara, dia diampingi anggota DPR termuda Ade Rezki Pratama. 

Ade kelahiran Bukittinggi, 8 November 1988 (hampir 26 tahun). Ade diusung Partai Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra perempuan yang sudah lima periode terpilih menjadi anggota DPR sejak 1987 itu, dikenal kreatif dalam menyampaikan pemikiran-pemikirannya. Sebelum menjadi anggota DPR, dia berprofesi sebagai guru bahasa Inggris. Maka, ketika menjadi anggota parlemen, dia sangat senang duduk di Komisi X yang membidangi pendidikan. 

Popong terpilih menjadi anggota DPR lewat Pemilu 2009 dan 2014 mewakili Dapil Jawa Barat I. Sebagai anggota Komisi X, Popong pernah mengkritisi pelaksanaan UN (Ujian Nasional). Popong berpandangan, pemerintah sebaiknya tidak memaksakan UN menjadi satu-satunya standar kelulusan bagi siswa. ”Di samping melanggar putusan MA, pemaksaan UN juga akan berakibat buruk bagi kualitas pendidikan nasional,” katanya. 

Menteri dan pejabat. ”Alangkah baiknya jika pejabat eselon satu menggunakan istilah bahasa negeri sendiri ketimbang bahasa Inggris,” katanya Ceu Popong, panggilan akrabnya, telah aktif di dunia organisasi sejak usia remaja (16 tahun). Dia aktif di sekitar 62 lembaga (organisasi) sosial, pendidikan, budaya dan politik. Maka tak heran bila dia sangat dikenal oleh masyarakat Bandung, Dapil Jawa Barat I, di mana dia selalu terpilih hingga lima periode. 

Dia salah satu ikon politisi perempuan, di tengah masih rendahnya partisipasi politik perempuan Indonesia. Dia melihat gerakan emansipasi wanita masih kerap disalahartikan oleh kaum wanita sendiri. Menurutnya, emansipasi itu sudah selesai pada level konstitusi negara, namun dalam lingkup rumah tangga, laki-laki tetap menjadi imam atas perempuan. “Tidak benar, bila emansipasi dipahami seorang perempuan dapat memperlakukan seenaknya kepada lelaki,” tegasnya. 

Dia salah satu ikon politisi perempuan, di tengah masih rendahnya partisipasi politik perempuan Indonesia. Dia melihat gerakan emansipasi wanita masih kerap disalahartikan oleh kaum wanita sendiri. Menurutnya, emansipasi itu sudah selesai pada level konstitusi negara, namun dalam lingkup rumah tangga, laki-laki tetap menjadi imam atas perempuan. “Tidak benar, bila emansipasi dipahami seorang perempuan dapat memperlakukan seenaknya kepada lelaki,” tegasnya. 

Dia menjelaskan, kaum perempuan memiliki kodrat alamiah yang tidak bisa ditentang, yaitu mengandung, melahirkan, dan menyusui. ”Ada tiga karakter ideal perempuan versi al-Quran. Yaitu mandiri secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan mandiri menentukan pilihan sendiri. Mandiri dalam bidang politik digambarkan dalam figur Ratu Balqis yang sukses membangun kerajaannya. 

Di bidang ekonomi, digambarkan seorang perempuan di zaman nabi Musa yang menggembala kambing karena keluarganya tidak mampu melakukan (sakit). Terakhir, adalah mandiri menentukan pilihan sendiri, digambarkannya pada tradisi di masyarakat (Sunda) yang terlebih dahulu menanyai sang putri saat sebelum menikah. Di situlah perempuan menentukan jalan sendiri hidupnya, “ jelasnya.
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!