Big News Times

Just another Blogger Template by Basnetg.com

Basnetg.com - Premium Blogger Templates

PKS Makin Masif Sosialisasikan WH-Andika

Published on: Kamis, 17 November 2016 //
BANTENPERSPEKTIF.COM-- Ciri khas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) salah satu yang masih terlihat adalah loyalitas kadernya. Ini terbukti di berbagai lapangan setiap momentum Pilkada. Salah satunya adalah Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017. Meski bukan kader mereka sendiri, namun PKS all out melakukan sosialisasi untuk kemenangan pasangan ini.

Hampir di seluruh level kader tingkat DPW, DPD, DPC, DPRa begerak untuk kemenangan WH-Andika. Tak hanya struktur partai, organisasi yang memiliki jejaring dengan PKS pun digerakan dengan sungguh-sungguh. Bahkan, seluruh anggota DPRD baik tingkat propinsi, kabupaten dan kota sudah terlihat makin rajin mensosialisasikan WH-Andika.

Salah satunya adalah Sanuji Pentamarta, anggota DPRD Propinsi Banten asal PKS dari Dapil Kabupaten Lebak. Politisi yang terkenal bersahaja ini terlihat aktif di sosial media dengan warga dan membawa atributi WH-Andika.

Penulis: Karnoto


Tak Mau Kalah dengan Andika, WH Mulai Lakukan "Serangan Udara" Melalui Angkutan Umum

Published on: Minggu, 07 Februari 2016 // ,

BANTENPERSPEKTIF-TANGERANG-Suhu politik menjelang Pilgub Banten 2017 rupanya semakin hari kian memanas. Setelah sebelumnya Andika Hazrumy membranding melalui billboard di sejumlah titik di Kota Serang, kini giliran Wahidin Halim (WH) membranding melalui angkutan umum. Adu kekuatan sudah mulai ditunjukan secara nyata antara keduanya.

Dalam pangalan Gerakan Perubahan yang dikelola relawan WH, tampak foto sejumlah angkutan umum ditempeli gambar WH di bagian belakang kendraan. Semangat patriotisme dan dekat dg rakyat terbukti masyarakat berbondong-bondong dengan suka rela datang menginginkan perubahan menempeli mobilnya dg one way WH . Mari bersatu untuk banten lebih baik, maju dan sejahtera, demikian tulis akun group di jejaring sosial media facebook.

WH memang cukup dikenal, selain pernah menjadi Walikota Tangerang dua periode, WH juga pernah adu kekuatan dengan Ratu Atut Chosiyah, ibu dari Andika Hazrumy. Sayangnya WH kalah oleh pasangan Atut-Rano ketika itu. Meski waktu itu, WH berdampingan dengan Irna Narulita (Bupati Pandeglang), tapi tampaknya WH kalau strategi dengan Atut-Rano.

Apakah kali keduanya ini WH akan unggul atau akan mengalami kekalahan kali keduanya, kita sama-sama lihat hasil Pilkada 2017 nanti. Yang pasti sekarang kasak kusuk pasangan calon masih terus dilakukan para elit dan tim lobi.


Ade Hidayat; Gerindra Serius Usung Kader Sendiri Dipilgub Banten

Published on: // ,
BANTENPERSPEKTIF, PILKADA- Partai Gerindra tampaknya serius akan mengusung kadernya sendiri pada momentum Pilgub Banten 2017. Menurut Ade Hidayat, salah satu pengurus DPD Gerindra Banten sekaligus anggota DPRD Banten, Gerindra tidak ingin menerima pil pahit pada Pilkada serentak beberapa waktu lalu.

"Sosok Budi Heryadi merupakan pilihan logis untuk kami (Gerindra-red), beliau memiliki track record yang baik dilihat dari segala aspek. Untuk itu kami serius untuk mengusung  Pak Budi Heryadi menjadi calon Gubernur Banten," kata Ade Hidayat kepada Banten Perspektif.

Dikatakan Ade, Budi Heryadi merupakan leaderhsip yang terbukti unggul dan mampu mengelola organisasi partai dengan baik. Terbukti suara partai pada Pemilu lalu Gerindra naik. Selain itu, sosok Budi juga pas untuk memimpin Banten ditengah persoalan yang rumit ini.

"Kami yakin Pak Budi bisa mengelola Banten agar menjadi lebih baik, mampu melakukan tata kelola pemerintahan yang bersih dan unggul sebagaimana yang diharapkan masyarakat Banten," kata Ade.

Budi Heryadi adalah Ketua Umum DPD Gerindra Banten sekaligus anggota DPR RI. Ia juga alumnus Hukum Untirta Banten dan berlatarbelakang pengusaha. Karir politik pria yang berdomosili di Tangerang ini dinilai cocok untuk diberikan kepada Banten. "Kita yakin menang," katanya.


REDAKSI BANTEN PERSPEKTIF

Poros Baru Mulai Diwacanakan, PAN, PKS, PPP Intens Komunikasi

Published on: Sabtu, 06 Februari 2016 //

BANTENPERSPEKTIF,PILKADA- Rangkai merangkai puzzle kekuatan partai dan sejumlah tokoh politik mulai semakin intens dilakukan, jika sebelumnya Zulkieflimansyah "mesra" dengan Andika, lalu Anton Apriyantono juga dikabarkan akan menemui khusus Rano Karno, lalu dilanjut Partai Gerindra yang mulai memunculkan nama Budi Heryadi sebagai calon Gubernur Banten. Kini giliaran Partai Amanat Nasional (PAN) mewacanakan  kekuatan baru yaitu poros tengah, dimana terdiri dari sejumlah partai yang embrionya dari basis masa Islam

Memang belum lama ini Ketua Umum DPW Partai Amanat Nasional Banten, Masrori, melakukan "ngopi" politik dengan Sekretaris Umum DPW PKS Banten, GR Sumedi dan Ketua Umum DPW PPP Banten, Agus Setiawan. Meski obrolan santai, namun jika sejumlah politisi sudah bertemu satu meja apalagi menjelang momentum Pilkada, tentu ini sebagai pesan isyarat bahwa ketiganya sedang menjajaki koalisi. Sebelumnya Masrori juga melakukan pertemuan antar tokoh agama dan politik.  

Saat dikonfirmasi Banten Perspektif (Banten Family Group), Masrori menuturkan bahwa poros baru merupakan sesuatu yang sangat mungkin terjadi, apalagi jika selama ini ada kesamaan persepsi. "Beberapa kali share ide dan gagasan, kami merasa ada kesamaan persepsi. Konsolidasi terus dilakukan tapi masih antar partai bukan nama calon. Poros baru ini untuk mengembalikan Peradaban Banten," kata Masrori. 



Meski demikian, Masrori menuturkan jika nama calon gubernur dan wakil gubernur  belum dibicarakan, saat ini baru tingkat partainya. "Yang penting kita ada kesamaan persepsi dulu. Soal calon siapa yang akan diusung, itu nanti kita lihat perkembangannya. Tentu masing-masing partai memiliki calonnya, PAN punya, PKS punya, PPP juga ada, termasuk Gerindra jika nanti bergabung kan juga punya calon. masing-masing bisa mengajukan, selanjutnya kita bicarakan lebih matang lagi," kata Masrori.

Sementara itu, Ade Hidayat, salah satu politisi Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Banten, mengatakan, partainya akan mengusung nama sang ketua umum Gerindra Banten, Budi Heryadi. "Kita akan all out untuk pilgub Banten. Siapa pendampingnya masih melakukan pembicaraan dengan sejumlah partai," kata Ade. 

Tim Redaksi Banten Perspektif (Banten Family Group)

Alumnus Hukum Untirta Ini Digadang-gadang Calon Gubernur Asal Gerindra

Published on: Jumat, 05 Februari 2016 // ,
BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG-Satu demi satu para calon Gubernur Banten mulai bermunculan. Setelah sebelumnya nama Andika Hazrumy, Anton Apriyantono, Zulkieflimansyah, Jayabaya, Rano Karno, Wahidin Halim, Tubagus Iman Ariyadi, Zaki Iskandar, Taufik Nuriman, Desi Ratnasary dan Yemmelia,  kini giliaran alumnus Pascasarjana Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Budi Heryadi, yang dikabarkan akan maju dari Partai Gerindra.

 Desas-desus majunya Budi sebetulnya sudah lama, persisnya ketika dinamika pendamping Rano Karno sebagai Wakil Gubernur Banten berhembus. Namun entah mengapa Budi gagal mendampingi Rano sebagai orang nomor dua di Banten. Budi merupakan Ketua DPD Gerindra Banten, ia memiliki latarbelakang pengusaha. Profesi ini sejalan dengan latarbelakang akademiknya, dimana ia merupakan Sarjana Ekonomi di STIE Bisnis Indonesia, Jakarta (2003) dan melanjutkan S2 di Untirta Banten.

Budi merupakan anggota DPR RI dan standby di Komisi  IV yang mengurusi masalah pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan,dan panganSeperti apa sosok Budi Heryadi, berikut profil singkatnya.

PENDIDIKAN
  • Sarjana Ekonomi di STIE Bisnis Indonesia, Jakarta (2003)
  • Sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang (2006)

KARIR
  • Direktur PT Karya Jaya Kurnia (1984-1985)
  • Manager PT Kartika Indotelsi (1984-1985)
  • Direktur CV Ganesa Citra Buana (1986-1995)
  • Manager CV Royco Putra (1986-1995)
  • Direktur Utama PT Medarya Menara Lestari (1996-2008)
  • Direktur PT Ganiras Perkasa (1996-2008)
  • Komisaris PT Dita Putri Waranawa (1996-2008)
  • Direktur CV Bintang Idola (1996-2008)



"Serangan Udara' Andika Mulai Masif, Billboard I Love Aa Penuhi Sudut Kota Serang

Published on: Rabu, 03 Februari 2016 // ,

BANTENFAMILY.COM-KOTA SERANG-Bagi Anda yang sedang melintas di Kota Serang jangan kaget kalau melihat di sejumlah titip strategis terdapat billboard I Love Aa Andika, anak mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang sedang dibranding untuk maju pada pada Pemilihan Gubernur Banten 2017.

Di daerah Kemang, tepatnya di tikungan menuju Jalan Tol Serang Timur, terdapat dua billboard raksasa Andika. Di titik ini billboard Andik berdekatan dengan Gubernur Banten, Rano Karno yang juga akan disebut-sebut akan maju pada Pilgub Banten. Geser ke kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, di sini juga terdapat billboard Andika, tepatnya di SPBU Ciceri. 

Sementara di kawasan Bunderan Ciceri juga tak lepas dari billboard Andika. Tes pasar Andika tampaknya sedang dimulai dengan melakukan dua jalur, yaitu jalur udara melalui iklan outdoor (billboard/spanduk) dan iklan di media cetak dan online.Belum lama ini, Andika bersama tokoh lainnya muncul di salah satu koran lokal di Banten , sedangkan gerilya di darat dilakukan dengan rajinnya Andika memenuhi setiap undangan partai politik yang memiliki event, seperti pada HUT Hanura dan Rakorwil DPW PKS belum lama ini.

Tak hanya elit partai, Andika juga rajin menyambangi sejumlah tokoh.Strategi "merangkul" semua kalangan sepertinya akan diterapkan lagi, mengingat strategi ini terbukti berhasil memuluskan saudaranya yang lebih dulu ikut Pilkada kabupaten dan kota pada Desember 2016 lalu. Suadara-saudara yang mengikuti Pilkada dan mendapatkan suara terbanyak yaitu Ratu Atut Chosiyah, bibi Andika. Sementara adik ipar juga sukses di Kabupaten Pandeglang dan bibinya di Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany juga sukses.

Masih ada titik yang belum dipasang billoboard Andika, apakah semua perempatan di Kota Serang dan kota-kota lainnya akan dipasang billboard Andika juga? kita tunggu saja aksi yang dilakukan tim sukses Andika.


Anton Dikabarkan Akan "Temui Khusus' Rano Karno, Tanda-Tanda Apakah?



BANTENFAMILY.COM-KOTA SERANG- Anton Apriyantono, calon Gubernur Banten dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan akan "sowan" ke Gubernur Banten, Rano Karno yang juga kader PDI Perjuangan dan masuk dalam daftar calon Gubernur Banten.Tanda-tanda apakah ini?

Menurut sumber di PKS, pertemuan Anton dengan Rano merupakan agenda lama, namun karena Rano belum sempat ada waktu karena kesibukan aktivitas sebagai gubernur maka pertemuan dijadwalkan ulang. "Yak, biasa. Silaturahmi antar anak bangsa, apalagi keduanya merupakan tokoh Banten yang sama-sama memiliki pengaruh," kata sumber.

Seperti diketahui, dalam Rapat Koordinasi DPW PKS Banten di Ledian Hotel, Kota Serang, beberapa hari lalu, Rano sebetulnya diundang namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena ada acara sendiri. DPW PKS sendiri sejauh ini belum menentukan siapa calon yang akan diusung pada Pilgub Banten 2017.

Lobi-lobi politik masih terus dilakukan hingga saat ini, sebelumnya Zulkieflimansyah yang juga masuk dalam daftar nama calon Gubernur Banten telah bertemu dengan Andika Hazrumy, nama yang digadang-gadang maju dalam Pilgub Banten dari Partai Golkar. Putera sulung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ini terlihat "mesra" dengan Zulkieflimansyah saat keduanya hadir pada acara Rakorwil DPW PKS Banten.

BANTENFAMILY.COM

Pilgub Banten 2017, Dua Perempuan Mulai Ramai Dibicarakan

Published on: Senin, 01 Februari 2016 // , , ,

BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG- Pemilihan Gubernur Banten 2017 masih setahun, namun sejumlah calon mulai ramai dibicarakan. Jika sebelumnya muncul calon dari kalangan laki-laki, kini calon perempuan mulai ramai dibicarakan disejumlah kalangan. Hasil pengamatan Banten Family, saat ini ada dua calon perempuan yang mulai didesas-desuskan akan maju pada Pilgub Banten.

Dan salah satunya adalah artis cantik sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Desy Ratnasari. Anggota DPR RI ini mulai dilirik DPW PAN Banten untuk diturunkan ke gelanggang perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Masrori, Ketua DPW PAN Banten saat dikonfirmasi tidak menampik jika partainya tengah melirik Desi Ratnasari. 
"Tahu aja, tahun dari mana nih?. 

Kalau kita mau turunkan Desi Ratnasari," kata Masrori. Dalam rekaman Banten Perspektif, Desi Ratnasari sudah mulai diturunkan ke Banten. Beberapa waktu lalu, Desi diajak roadshow ke sejumlah wilayah di Banten, mulai dari Kota Serang, Cilegon dan Tangerang. Desi datang bersama Ketua Umum PAN, Zulkiflie Hasan. Desi sepertinya sengaja ditarik oleh DPW untuk mulai turun dengan kemasan event, seperti Apel Siaga dan Rapat-rapat pimpinan wilayah PAN.

Jika benar nantinya PAN menurunkan Desi Ratnasari maka pertarungan Pilgub akan semakin seru. Desi menjadi daftar nama baru pada perhelatan Pilgub Banten, setelah sebelumnya ada nama Anton Apriyantono. Sementara nama-nama lain yang lama yaitu Andhika Hazrumy, Wahidin Halim, Jayabaya dan Rano Karno.

Selain Desi Ratnasari, nama perempuan yang mulai didesas-desuskan akan maju yaitu Yemmelia, Ketua Ikatan Keluarga Minang. Nama Yemmelia bagi sebagian besar kalangan dan tokoh Banten tidaklah asing, mengingat ia pernah menjadi asisten atau ajudan pribadi mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

Selain itu, rekam jejak Yemmelia juga pernah akan maju pada pemilihan Gubernur Sumatera Barat beberapa tahun silam, sebelumnya akhirnya batal. Jejaring sosial di keluarga Minang yang jumlahnya lumayan banyak di Banten menjadi modal sosial bagi Yemmelia. Namun sekali lagi ini masih kabar dan dinamis, apakah benar Yemmelia dan Desi Ratnasari akan meramaikan Pilgub Banten atau tidak, publik masih menunggu dinamika politik hingga nanti.

Redaksi Banten Perspektif

Pilgub Banten Akan Sedot Duit Rp 125 Miliar

 

BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten mengusulkan anggaran kepada DPRD Provinsi Banten sebesar Rp 125 miliar. Usulan penganggaran Bawaslu tersebut diperuntukan bagi pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten (Pilgub) Banten tahun 2017 mendatang.

Komisioner Bawaslu Provinsi Banten, Eka Setya Laksmana mengatakan, meski pelaksanaan Pilgub Banten dilaksanakan tahun 2017, namun tahapan Pilgub dimulai pada April 2016 nanti. "Karena itu kami mengajukan usulan penganggaran pengawasan Pilgub Banten kepada DPRD Provinsi Banten," kata Eka saat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah di Ruang Rapat Pimpinan DPRD di KP3B, Curug Kota Serang, Selasa (29/9/2015).

Usulan penganggaran pengawasan Pilgub juga, lanjutnya, sudah disampaikan kepada Biro Pemerintahan Setda Provinsi Banten. "Ketersediaan anggaran di Bawaslu yang bersumber dari APBN hanya diperuntukan bagi biaya operasional, jadi kami minta DPRD Provinsi Banten menyetujui usulan penganggaran pengawasan Pilgub itu, karena pelaksanaan pengawasan Pilgub membutuhkan anggaran yang cukup besar," pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah mengatakan, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun anggaran 2016 akan dimulai pada Oktober 2015 nanti, lantaran saat ini Badan Anggaran DPRD masih melakukan pembahasan Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2015. "Raperda Perubahan APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2015 akan disahkan melalui rapat paripurna DPRD pada tanggal 30 September 2015," kata Asep.

Meski begitu, Asep mengaku akan menindaklanjuti usulan penganggaran pengawasan Pilgub tersebut bersama dengan Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Banten pada pembahasan APBD tahun anggaran 2016. "Usulan penganggaran pengawasan Pilgub juga akan saya sampaikan kepada Koordinator Komisi I DPRD Provinsi Banten (Nuraeni), agar bersama-sama menindaklanjuti usulan anggarannya," ucapnya.

Ditambahkan Asep, Bawaslu memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan tahapan Pilgub, sehingga keperluan untuk melakukan pengawasannya harus dipersiapkan."Kalau sekarang usulan penganggaran pengawasan Pilgub sudah disampaikan kepada Biro Pemerintahan, kami tinggal menunggu pengajuan dari TAPD untuk dibahas dalam pembahasan APBD tahun anggaran 2015. Saya mendukung usulan penganggaran pengawasan Pilgub ini," tegasnya sambil menutup pembicaraan.  
Sumber: Humas Pemprov Banten

Tahapan Pilgub Akan Dimulai Mei 2016

Published on: // ,
BANTENPERSPEKTIF-Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten rencananya akan dimulai tahapanya pada Mei 2016. Sejumlah pihak pun sudah mulai gerilya beradu strategi untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. 

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, Enan Nadia mengatakan, jika tidak aral melintang tahapan Pilkada 2017 akan dimulai pada Mei mendatang. Saat ini KPUD masih melakukan rapat persiapan untuk melakukan tahapan tersebut. "Insya Allah Mei kita mulai, kita berharap semua proses berjalan lancar sampai akhir Pilkada," kata Enan kepada Banten Perspektif, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, Enan juga mengatakan kalau pihaknya tengah mempersiapkan sebuah aula di kantor KPUD Banten untuk segala aktivitas Pilkada. "Kalau saya rasa tempatnya cukup representatif, jadi kami berharap kita bisa memanfaatkan tempat tersebut," kata Enan.

Sementara itu, sejumlah aksi sosialisasi dan tes pasar tengah dilakukan sejumlah calon, seperti pemasangan billboard, spanduk, stiker dan lobi-lobi politik tingkat elit. Belum lama ini, Andika intens menghadiri sejumlah pertemuan partai politik seperti HUT Hanura dan Rakorwil PKS. 

Jelas, Andika "Adu Kekuatan" dengan Rano Karno Melalui Billboard


 BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG-Pemilihan Gubernur Banten baru akan dimulai tahapanya pada Mei 2016 mendatang, namun suhu politik dan persaingan sudah mulai tampak. Hal ini terlihat dari pemasangan billboard para calon, seperti yang tampak antara billboard Andika Hazrumy dengan Rano Karno.

Pantauan Banten  Perspektif, billboard anak kandung mantan Gubernur Banten, Atut Chosiyah ini dipasang di dekat billboard Rano Karno. Yang membedakan billboard Rano atasnama Pemprov Banten sedangkan Andhika terlihat jelas pesannya dengan tagline " I Love Aa". 

Billboard di kawasan Kemang, Kota Serang, misalnya, di daerah dekat pintu Tol Serang Timur ini, billboard Andika dengan Rano Karno hanya berjarak kurang lebih 50 meter. Hal serupa juga tampak billboard di daerah Terminal Pakupatan, Kota Serang. Apakah ini menggambarkan keduanya memang sedang bersaing untuk merebut kursi A1 di Banten? 

Memang dalam beberapa waktu terakhir, hubungan keduanya lagi retak. Terakhir yaitu saat Sidang Paripurna DPRD Banten pada momentum HUT Banten, dimana Asep Rahmatullah, Ketua DPRD Banten yang notebene adalah politisi PDI Perjuangan, sempat diprotes karena tidak menyebutkan nama Ratu Atut Chosiyah dalam ucapan terima kasihnya.

Kedua, jika mau sebetulnya Rano Karno bisa meminta salah satu politisi Golkar untuk mendampinginya menjadi Wakil Gubernur Banten pasca Rano dilantik menjadi Gubernur Banten. Paling tidak sebagai wujud rasa kebersamaan ketika Rano diajak menjadi wakilnya Atut, sebelum dipenjara. Namun Rano justru asyik dengan kesendiriannya memimpin Banten.

Dan ketiga, Tubagus Chaeri Wardana, tersangka penyuapan yang tak lain paman Andika sempat "menyerang" Rano melalui pengacaranya perihal uang miliaran rupiah yang pernah diberikan Wawan, panggilan akrab Tubagus Chaeri Wardana, beberapa waktu lalu.
Meski keadaan ini sempat dinetralisir pada pemilihan Bupati Serang, dimana PDI 

Perjuangan dan Golkar bersatu, namun sepertinya itu tak cukup untuk mendinginkan hubungan antara keduanya. Perlu diketahui, Rano sebelumnya adalah pernah menjadi pendamping Atut, kini menjadi Gubernur Banten setelah Atut tertangkap KPK beberapa waktu lalu. Dan sampai sekarang Rano tidak memilih wakil kendati seabrek persoalan masih mendera Banten.  


Redaksi Banten Perspektif

Dibranding Pemuda Berkarya, Tagline 'I Love AA" Andika Disebar

BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG-Nama Andika Hazrumy bagi masyarakat Banten, khususnya di Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak, sudah tidak asing lagi. Maklum saja, Andika adalah putera kandung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah sekaligus anggota DPD RI.

Sejumlah posisi dipegang olehnya, diantaranya Ketua Karang Taruna Propinsi Banten. Kini Andika pun digadang-gadang akan meramaikan bursa pemilihan Gubernur Banten 2017. Meski belum ada keputusan resmi dari Partai Golkar, namun para relawan Andika sudah gerilya terutama melalui media billboard, jejaring sosial dan media mainstream.

Tim atau relawan sepertinya sedang membranding Andika sebagai tokoh pemuda yang memiliki banyak karya dengan tagline I Love AA. Tagline ini mengisyaratkan kalau Andika banyak disukai warga di Banten, khususnya anak-anak muda. 

Selain memiliki wajah tampan, Andika memang tergolong politisi muda sehingga sebagian masih ada yang menyangsikan dan memberikan nasehat agar Andika cukup menjadi Wakil Gubernur Banten, baru setelah itu ia mencalonkan Gubernur Banten karena sudah ada pengalaman satu periode.
 
Bagi Anda yang melintasi sejumlah titik di Kota Serang, seperti kawasan Kemang, Pakupatan dan sejumlah titik lainnya pasti akan melihat dengan jelas billboard I Love AA terpasang. Bahkan di Kemang ada dua space billboard dengan model vertikal dipasang billboard I Love AA.

Di Rakorwil PKS, Zulkifliemansyah "Mesra'" dengan Andika, Sekufukah Mereka?

Published on: // ,
POLITICALBANTEN-KOTA SERANG-Hari ini (Minggu, 31 Januari 2016) DPW PKS Banten, menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil). Ada yang menjadi pusat perhatian publik, yaitu bertemunya kedua nama yang digadang-gadang bakal maju pada Pilkada 2017.

Ia adalah Zulkieflimansyah dan Andika, keduanya tampak "mesra" bahkan mereka sempat foto bersama sambil menggenggam tangan satu sama lainnya, layaknya calon yang sedang deklarasi pencalonan. Dilihat dari beberapa Pilkada Kabupaten dan Kota di Banten, PKS memang selalu mendukung keluarga Ratu Atut Chosiyah. 

Di Kabupaten Serang, PKS mendukung bibi Andika, yaitu Ratu Tatu Chasanah, di Tangerang Selatan pun PKS mendukung Airin Rachmi Diany yang tak lain istri Tb Chairi Wardana, paman Andika. Hanya pada pemilihan Gubernur dua kali PKS bersebarangan, yaitu saat sang ibunda Andika, Ratu Atut Chosiyah melawan Zulkieflimansyah dan ibu Andika menang. 


Waktu itu Zul berpasangan dengan Marisa Haque. Lalu pada empat tahun lalu di Pilkada Banten, PKS kembali bersebarangan dan lagi-lagi kalah dengan ibunda Andika ketika PKS memasang Jazuli Juwaeni.Publik pasti bertanya-tanya, apakah di momentum Pilkada Banten, PKS justru akan bersanding dengan Andika, seperti pada Pilkada kabupaten dan kota beberapa bulan lalu?.  

Mungkinkah mereka sekufu (setara-red) dalam artian bukan hanya sekadar basa-basi? atau justru PKS akan mendukung Andika kendati tidak berpasangan dengan kader PKS? Publik sama-sama menunggu keputusan elit di masing-masing kedua partai. Namun jika dilihat dari "permainan" di Pilkada kabupaten dan kota selama ini, posisi PKS hanya sebagai penggembira meskipun memiliki kader potensial untuk disandingkan dengan keluarga Andika.
Di Kabupaten Serang, misalnya, sosok Muhammad Najib Hamas justru "tersingkir" oleh Pandji Tirtayasa. Padahal sosok Najib ketika itu menurut sebagian besar kader PKS dan kalangan birokrasi di Pemkab Serang, ia laik mendampingi Tatu. Tak hanya itu, PKS di Kabupaten Serang juga sama-sama memiliki posisi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang. 

Itulah politik, segalanya bisa berubah dalam hitungan detik. Dan yang pasti, politik tidak terlalu hirau soal kecerdasan akademik. Kompetensi dan kecerdasan ilmiah sering terkubur oleh kecerdikan dalam meyakinkan  termasuk kemampuan mengendalikan "permainan".
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!