Big News Times

Just another Blogger Template by Basnetg.com

Basnetg.com - Premium Blogger Templates

Tak Mau Kalah dengan Andika, WH Mulai Lakukan "Serangan Udara" Melalui Angkutan Umum

Published on: Minggu, 07 Februari 2016 // ,

BANTENPERSPEKTIF-TANGERANG-Suhu politik menjelang Pilgub Banten 2017 rupanya semakin hari kian memanas. Setelah sebelumnya Andika Hazrumy membranding melalui billboard di sejumlah titik di Kota Serang, kini giliran Wahidin Halim (WH) membranding melalui angkutan umum. Adu kekuatan sudah mulai ditunjukan secara nyata antara keduanya.

Dalam pangalan Gerakan Perubahan yang dikelola relawan WH, tampak foto sejumlah angkutan umum ditempeli gambar WH di bagian belakang kendraan. Semangat patriotisme dan dekat dg rakyat terbukti masyarakat berbondong-bondong dengan suka rela datang menginginkan perubahan menempeli mobilnya dg one way WH . Mari bersatu untuk banten lebih baik, maju dan sejahtera, demikian tulis akun group di jejaring sosial media facebook.

WH memang cukup dikenal, selain pernah menjadi Walikota Tangerang dua periode, WH juga pernah adu kekuatan dengan Ratu Atut Chosiyah, ibu dari Andika Hazrumy. Sayangnya WH kalah oleh pasangan Atut-Rano ketika itu. Meski waktu itu, WH berdampingan dengan Irna Narulita (Bupati Pandeglang), tapi tampaknya WH kalau strategi dengan Atut-Rano.

Apakah kali keduanya ini WH akan unggul atau akan mengalami kekalahan kali keduanya, kita sama-sama lihat hasil Pilkada 2017 nanti. Yang pasti sekarang kasak kusuk pasangan calon masih terus dilakukan para elit dan tim lobi.


Ade Hidayat; Gerindra Serius Usung Kader Sendiri Dipilgub Banten

Published on: // ,
BANTENPERSPEKTIF, PILKADA- Partai Gerindra tampaknya serius akan mengusung kadernya sendiri pada momentum Pilgub Banten 2017. Menurut Ade Hidayat, salah satu pengurus DPD Gerindra Banten sekaligus anggota DPRD Banten, Gerindra tidak ingin menerima pil pahit pada Pilkada serentak beberapa waktu lalu.

"Sosok Budi Heryadi merupakan pilihan logis untuk kami (Gerindra-red), beliau memiliki track record yang baik dilihat dari segala aspek. Untuk itu kami serius untuk mengusung  Pak Budi Heryadi menjadi calon Gubernur Banten," kata Ade Hidayat kepada Banten Perspektif.

Dikatakan Ade, Budi Heryadi merupakan leaderhsip yang terbukti unggul dan mampu mengelola organisasi partai dengan baik. Terbukti suara partai pada Pemilu lalu Gerindra naik. Selain itu, sosok Budi juga pas untuk memimpin Banten ditengah persoalan yang rumit ini.

"Kami yakin Pak Budi bisa mengelola Banten agar menjadi lebih baik, mampu melakukan tata kelola pemerintahan yang bersih dan unggul sebagaimana yang diharapkan masyarakat Banten," kata Ade.

Budi Heryadi adalah Ketua Umum DPD Gerindra Banten sekaligus anggota DPR RI. Ia juga alumnus Hukum Untirta Banten dan berlatarbelakang pengusaha. Karir politik pria yang berdomosili di Tangerang ini dinilai cocok untuk diberikan kepada Banten. "Kita yakin menang," katanya.


REDAKSI BANTEN PERSPEKTIF

Anton Dikabarkan Akan "Temui Khusus' Rano Karno, Tanda-Tanda Apakah?

Published on: Rabu, 03 Februari 2016 // , ,


BANTENFAMILY.COM-KOTA SERANG- Anton Apriyantono, calon Gubernur Banten dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan akan "sowan" ke Gubernur Banten, Rano Karno yang juga kader PDI Perjuangan dan masuk dalam daftar calon Gubernur Banten.Tanda-tanda apakah ini?

Menurut sumber di PKS, pertemuan Anton dengan Rano merupakan agenda lama, namun karena Rano belum sempat ada waktu karena kesibukan aktivitas sebagai gubernur maka pertemuan dijadwalkan ulang. "Yak, biasa. Silaturahmi antar anak bangsa, apalagi keduanya merupakan tokoh Banten yang sama-sama memiliki pengaruh," kata sumber.

Seperti diketahui, dalam Rapat Koordinasi DPW PKS Banten di Ledian Hotel, Kota Serang, beberapa hari lalu, Rano sebetulnya diundang namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena ada acara sendiri. DPW PKS sendiri sejauh ini belum menentukan siapa calon yang akan diusung pada Pilgub Banten 2017.

Lobi-lobi politik masih terus dilakukan hingga saat ini, sebelumnya Zulkieflimansyah yang juga masuk dalam daftar nama calon Gubernur Banten telah bertemu dengan Andika Hazrumy, nama yang digadang-gadang maju dalam Pilgub Banten dari Partai Golkar. Putera sulung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ini terlihat "mesra" dengan Zulkieflimansyah saat keduanya hadir pada acara Rakorwil DPW PKS Banten.

BANTENFAMILY.COM

Pilgub Banten 2017, Dua Perempuan Mulai Ramai Dibicarakan

Published on: Senin, 01 Februari 2016 // , , ,

BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG- Pemilihan Gubernur Banten 2017 masih setahun, namun sejumlah calon mulai ramai dibicarakan. Jika sebelumnya muncul calon dari kalangan laki-laki, kini calon perempuan mulai ramai dibicarakan disejumlah kalangan. Hasil pengamatan Banten Family, saat ini ada dua calon perempuan yang mulai didesas-desuskan akan maju pada Pilgub Banten.

Dan salah satunya adalah artis cantik sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Desy Ratnasari. Anggota DPR RI ini mulai dilirik DPW PAN Banten untuk diturunkan ke gelanggang perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Masrori, Ketua DPW PAN Banten saat dikonfirmasi tidak menampik jika partainya tengah melirik Desi Ratnasari. 
"Tahu aja, tahun dari mana nih?. 

Kalau kita mau turunkan Desi Ratnasari," kata Masrori. Dalam rekaman Banten Perspektif, Desi Ratnasari sudah mulai diturunkan ke Banten. Beberapa waktu lalu, Desi diajak roadshow ke sejumlah wilayah di Banten, mulai dari Kota Serang, Cilegon dan Tangerang. Desi datang bersama Ketua Umum PAN, Zulkiflie Hasan. Desi sepertinya sengaja ditarik oleh DPW untuk mulai turun dengan kemasan event, seperti Apel Siaga dan Rapat-rapat pimpinan wilayah PAN.

Jika benar nantinya PAN menurunkan Desi Ratnasari maka pertarungan Pilgub akan semakin seru. Desi menjadi daftar nama baru pada perhelatan Pilgub Banten, setelah sebelumnya ada nama Anton Apriyantono. Sementara nama-nama lain yang lama yaitu Andhika Hazrumy, Wahidin Halim, Jayabaya dan Rano Karno.

Selain Desi Ratnasari, nama perempuan yang mulai didesas-desuskan akan maju yaitu Yemmelia, Ketua Ikatan Keluarga Minang. Nama Yemmelia bagi sebagian besar kalangan dan tokoh Banten tidaklah asing, mengingat ia pernah menjadi asisten atau ajudan pribadi mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

Selain itu, rekam jejak Yemmelia juga pernah akan maju pada pemilihan Gubernur Sumatera Barat beberapa tahun silam, sebelumnya akhirnya batal. Jejaring sosial di keluarga Minang yang jumlahnya lumayan banyak di Banten menjadi modal sosial bagi Yemmelia. Namun sekali lagi ini masih kabar dan dinamis, apakah benar Yemmelia dan Desi Ratnasari akan meramaikan Pilgub Banten atau tidak, publik masih menunggu dinamika politik hingga nanti.

Redaksi Banten Perspektif

Pilgub Banten Akan Sedot Duit Rp 125 Miliar

 

BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten mengusulkan anggaran kepada DPRD Provinsi Banten sebesar Rp 125 miliar. Usulan penganggaran Bawaslu tersebut diperuntukan bagi pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten (Pilgub) Banten tahun 2017 mendatang.

Komisioner Bawaslu Provinsi Banten, Eka Setya Laksmana mengatakan, meski pelaksanaan Pilgub Banten dilaksanakan tahun 2017, namun tahapan Pilgub dimulai pada April 2016 nanti. "Karena itu kami mengajukan usulan penganggaran pengawasan Pilgub Banten kepada DPRD Provinsi Banten," kata Eka saat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah di Ruang Rapat Pimpinan DPRD di KP3B, Curug Kota Serang, Selasa (29/9/2015).

Usulan penganggaran pengawasan Pilgub juga, lanjutnya, sudah disampaikan kepada Biro Pemerintahan Setda Provinsi Banten. "Ketersediaan anggaran di Bawaslu yang bersumber dari APBN hanya diperuntukan bagi biaya operasional, jadi kami minta DPRD Provinsi Banten menyetujui usulan penganggaran pengawasan Pilgub itu, karena pelaksanaan pengawasan Pilgub membutuhkan anggaran yang cukup besar," pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah mengatakan, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun anggaran 2016 akan dimulai pada Oktober 2015 nanti, lantaran saat ini Badan Anggaran DPRD masih melakukan pembahasan Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2015. "Raperda Perubahan APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2015 akan disahkan melalui rapat paripurna DPRD pada tanggal 30 September 2015," kata Asep.

Meski begitu, Asep mengaku akan menindaklanjuti usulan penganggaran pengawasan Pilgub tersebut bersama dengan Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Banten pada pembahasan APBD tahun anggaran 2016. "Usulan penganggaran pengawasan Pilgub juga akan saya sampaikan kepada Koordinator Komisi I DPRD Provinsi Banten (Nuraeni), agar bersama-sama menindaklanjuti usulan anggarannya," ucapnya.

Ditambahkan Asep, Bawaslu memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan tahapan Pilgub, sehingga keperluan untuk melakukan pengawasannya harus dipersiapkan."Kalau sekarang usulan penganggaran pengawasan Pilgub sudah disampaikan kepada Biro Pemerintahan, kami tinggal menunggu pengajuan dari TAPD untuk dibahas dalam pembahasan APBD tahun anggaran 2015. Saya mendukung usulan penganggaran pengawasan Pilgub ini," tegasnya sambil menutup pembicaraan.  
Sumber: Humas Pemprov Banten

Jelas, Andika "Adu Kekuatan" dengan Rano Karno Melalui Billboard


 BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG-Pemilihan Gubernur Banten baru akan dimulai tahapanya pada Mei 2016 mendatang, namun suhu politik dan persaingan sudah mulai tampak. Hal ini terlihat dari pemasangan billboard para calon, seperti yang tampak antara billboard Andika Hazrumy dengan Rano Karno.

Pantauan Banten  Perspektif, billboard anak kandung mantan Gubernur Banten, Atut Chosiyah ini dipasang di dekat billboard Rano Karno. Yang membedakan billboard Rano atasnama Pemprov Banten sedangkan Andhika terlihat jelas pesannya dengan tagline " I Love Aa". 

Billboard di kawasan Kemang, Kota Serang, misalnya, di daerah dekat pintu Tol Serang Timur ini, billboard Andika dengan Rano Karno hanya berjarak kurang lebih 50 meter. Hal serupa juga tampak billboard di daerah Terminal Pakupatan, Kota Serang. Apakah ini menggambarkan keduanya memang sedang bersaing untuk merebut kursi A1 di Banten? 

Memang dalam beberapa waktu terakhir, hubungan keduanya lagi retak. Terakhir yaitu saat Sidang Paripurna DPRD Banten pada momentum HUT Banten, dimana Asep Rahmatullah, Ketua DPRD Banten yang notebene adalah politisi PDI Perjuangan, sempat diprotes karena tidak menyebutkan nama Ratu Atut Chosiyah dalam ucapan terima kasihnya.

Kedua, jika mau sebetulnya Rano Karno bisa meminta salah satu politisi Golkar untuk mendampinginya menjadi Wakil Gubernur Banten pasca Rano dilantik menjadi Gubernur Banten. Paling tidak sebagai wujud rasa kebersamaan ketika Rano diajak menjadi wakilnya Atut, sebelum dipenjara. Namun Rano justru asyik dengan kesendiriannya memimpin Banten.

Dan ketiga, Tubagus Chaeri Wardana, tersangka penyuapan yang tak lain paman Andika sempat "menyerang" Rano melalui pengacaranya perihal uang miliaran rupiah yang pernah diberikan Wawan, panggilan akrab Tubagus Chaeri Wardana, beberapa waktu lalu.
Meski keadaan ini sempat dinetralisir pada pemilihan Bupati Serang, dimana PDI 

Perjuangan dan Golkar bersatu, namun sepertinya itu tak cukup untuk mendinginkan hubungan antara keduanya. Perlu diketahui, Rano sebelumnya adalah pernah menjadi pendamping Atut, kini menjadi Gubernur Banten setelah Atut tertangkap KPK beberapa waktu lalu. Dan sampai sekarang Rano tidak memilih wakil kendati seabrek persoalan masih mendera Banten.  


Redaksi Banten Perspektif

Di Balik Kemenangan Airin di Pilkada Kota Tangsel

 

BANTENPERSPEKTIF-TANGERANG SELATAN-Sebagian besar publik di luar Kota Tangerang Selatan, Banten, pasti menduga kalau kemenangan Airin Rachmi Diany adalah karena soal fulus semata. Namun setelah digali ternyata penentunya bukan faktor amunisi semata, namun ada hal lain yaitu personal branding yang didesain oleh tim sukses Airin.

Kalau melihat faktor fulus jelas harta Airin berkurang jika dibandingkan dengan masa Pilkada sebelumnya. Dalam catatan resmi yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 10 calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah se-Banten. Airin Rachmi Diany (Calon Wali Kota Tangsel) sesuai dengan laporan terakhir tertanggal 23 Juli 2015 memiliki kekayaan senilai Rp 84,005 miliar.

Jumlah harta kekayaan tersebut menurun setelah suaminya Tb Chairi Wardana tersangkut tindak pidana korupsi. Sebelumnya, berdasarkan LHKPN pertanggal 24 Agustus 2010, Airin mempunyai kekayaan Rp103 miliar. Kondisi Airin juga sedang dalam terpaan yang begitu hebat, dimana Tb Chairi Wardana, sang suami masih dalam penjara karena tersangkut pidana. Sementara kaka ipar yang tak lain adalah mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah juga sedang dipenjara.


Lalu apa yang menyebabkan Airin masih unggul di tengah kondisi seperti itu? Jawabannya adalah personal branding Airin. Airin didesain sebagai wanita dari keturunan baik-baik, Airin adalah korban, Airin adalah sosok ibu yang perlu mendapat simpati dan iba karena tabah di tengah terpaan yang begitu hebat. Semakin ada pihak yang menyerang Airin maka sesungguhnya itu yang menjadi "harapan" karena akan semakin menumbuhkan rasa simpatik terhadap Airin.

Selain itu, personality Airin secara fisik juga mendukung. Airin cantik, bertutur lemah lembut dan lebih tenang ketika menghadapi berbagai terpaan. Hal ini wajar mengingat Airin adalah mantan finalis Puteri Indonesia, dimana biasanya pada proses karantina para finalis dididik tentang etika, atitued dan keterampilan keperibadian lainnya.
Airin tak pernah menyerang lawannya yang melakukan serangan bertubi-tubi, ia dan dibantu tim justru terkesan mengharapkan hal itu karena peluru itu justru yang sebetulnya bisa menjadi senjata makan tuan bagi orang yang meluncurkan peluru tersebut. Jika dikaitkan dengan aspek psikologi pemilih Indonesia, fenomena ini terjadi berulang-ulang kali. 

Masih ingat dengan SBY yang ketika itu dibranding sebagai tentara ganteng yang layak mendapat simpatik karena "diusir" dari Megawati? atau teranyar Jokowi yang dikesankan mendapat serangan, seperti keturunan China, beragama non Islam dan  lainnya. Namun lagi-lagi itu justru yang kemudian dikelola oleh tim dan menjadi peluang untuk mendapatkan simpati dari pemilih. 

Strategi marketing seperti ini sebetulnya sudah sering dilakukan oleh produk komersial. Jika Anda pernah membaca kisah salah satu produk yang mendapat protes dan keluhan dari seorang customer, karena dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi. 

Sang konsumen menuliskan kisah buruknya ke relasinya sehingga pihak manajemen mendengar hal itu. Apa yang dilakukan perusahaan? hebatnya perusahaan ini bukan mencaci apalagi mengadukan konsumen tersebut, tapi justru mengundang konsumen komplain dan diberikan ganti produknya yang lebih bagus.

Apa yang terjadi? sang konsumen melakukan kampanye yang lebih dahsyat perihal pelayanan yang memuaskan oleh perusahaan. Dampaknya perusahaan tersebut mendapat likes dari publik dan produknya pun mendapat kepercayaan yang lebih dari sebelum ada peristiwa tersebut.

Penulis: Karnoto CEO BANTEN FAMILY GROUP

Panas-Dingin, Dingin-Panas Hubungan PKS-Keluarga Atut

Published on: // ,
BANTENPOLITICAL, SERANG-Politik memang seni, filosofi atau pengertian ini ada benarnya. Sebab kalau tidak dimaknai sebagai seni maka yang ada seseorang akan sport jantung, mengingat politik kadang seperti termos, dingin di luar panas di dalam. Namun kadang juga seperti main layang-layang, tarik ulur dan sangat ditentukan oleh kemampuan pemainnya. Kapan dia harus ditarik, kapan dia harus diulur, dilihat dari kondisi alam yang terjadi ketika itu.

Mungkin inilah filosofi untuk menggambarkan hubungan PKS dan keluarga Ratu Atut Chosiyah. Saat Pilkada Banten, dimana Zulkieflimansyah-Marisa Haque "bertanding" melawan Atut-Maksudi, hubungan keduanya cukup panas. Apalagi, waktu itu PKS "dikeroyok" dan duel karena hanya ada dua pasangan yaitu Zulkieflmasnyah melawan Atut. Selang beberapa waktu, hubungan keduanya mulai baikan ketika ada momen Pilkada Kota Serang, dimana PKS menyerahkan dukungan kepada TB Chaerul Jaman, adik tiri Atut atau paman tiri Andika Hazrumy.

Tak lama kemudian, hubungan keduanya memanas kembali ketika Atut-Rano Karno "bertanding lagi" dengan PKS yang waktu itu mengusung Jazuli Juwaeni.  Kondisi panas kembali reda ke suhu normal ketika ada momentum Pilkada serentak 2016, dimana dari tiga kabupaten dan kota keluarga Atut maju maka disitu PKS selalu mendukungnya. Hubungan panas-dingin ini sesuatu hal lumrah dalam berpolitik, tak heran para pakar psikologi menyarankan kalau seseorang tidak siap mental jangan berani coba-coba terjun ke politik kalau tidak ingin sport jantung dan akhirnya mengibarkan bendera putih, pertanda menepi dari aktivitas politik.

Dan di tahun 2017 ini, ada momentum Pilkada Banten untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Akankah hubungan yang sedang dingin ini kembali memanas? Lagi-lagi elit kedua partai inilah yang menentukan. Yang pasti masing-masing telah memiliki calon masing-masing. PKS punya jagoan dua orang yang potensial, yaitu Zukieflimansyah dan Anton Apriantono, mantan Menteri Pertanian. Sementara itu, keluarga Atut memiliki sang pangeran, Andika Hazrumy. Meski Andika belum tentu yang dimajukan karena masih tahap tes pasar.

Zul sudah punya pengalaman pahit bertanding melawan keluarga Atut. Secara aspek psikologis, Zul merasakan betul "hantaman" dan repotnya melawan keluarga Atut. Wajar kalau beberapa kali statement Zul sering memuji Andika, mungkin karena pernah merasakan langsung pengalaman pahit.
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!