Big News Times

Just another Blogger Template by Basnetg.com

Basnetg.com - Premium Blogger Templates

Pilgub Banten 2017, Dua Perempuan Mulai Ramai Dibicarakan

Published on: Senin, 01 Februari 2016 // , , ,

BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG- Pemilihan Gubernur Banten 2017 masih setahun, namun sejumlah calon mulai ramai dibicarakan. Jika sebelumnya muncul calon dari kalangan laki-laki, kini calon perempuan mulai ramai dibicarakan disejumlah kalangan. Hasil pengamatan Banten Family, saat ini ada dua calon perempuan yang mulai didesas-desuskan akan maju pada Pilgub Banten.

Dan salah satunya adalah artis cantik sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Desy Ratnasari. Anggota DPR RI ini mulai dilirik DPW PAN Banten untuk diturunkan ke gelanggang perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Masrori, Ketua DPW PAN Banten saat dikonfirmasi tidak menampik jika partainya tengah melirik Desi Ratnasari. 
"Tahu aja, tahun dari mana nih?. 

Kalau kita mau turunkan Desi Ratnasari," kata Masrori. Dalam rekaman Banten Perspektif, Desi Ratnasari sudah mulai diturunkan ke Banten. Beberapa waktu lalu, Desi diajak roadshow ke sejumlah wilayah di Banten, mulai dari Kota Serang, Cilegon dan Tangerang. Desi datang bersama Ketua Umum PAN, Zulkiflie Hasan. Desi sepertinya sengaja ditarik oleh DPW untuk mulai turun dengan kemasan event, seperti Apel Siaga dan Rapat-rapat pimpinan wilayah PAN.

Jika benar nantinya PAN menurunkan Desi Ratnasari maka pertarungan Pilgub akan semakin seru. Desi menjadi daftar nama baru pada perhelatan Pilgub Banten, setelah sebelumnya ada nama Anton Apriyantono. Sementara nama-nama lain yang lama yaitu Andhika Hazrumy, Wahidin Halim, Jayabaya dan Rano Karno.

Selain Desi Ratnasari, nama perempuan yang mulai didesas-desuskan akan maju yaitu Yemmelia, Ketua Ikatan Keluarga Minang. Nama Yemmelia bagi sebagian besar kalangan dan tokoh Banten tidaklah asing, mengingat ia pernah menjadi asisten atau ajudan pribadi mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

Selain itu, rekam jejak Yemmelia juga pernah akan maju pada pemilihan Gubernur Sumatera Barat beberapa tahun silam, sebelumnya akhirnya batal. Jejaring sosial di keluarga Minang yang jumlahnya lumayan banyak di Banten menjadi modal sosial bagi Yemmelia. Namun sekali lagi ini masih kabar dan dinamis, apakah benar Yemmelia dan Desi Ratnasari akan meramaikan Pilgub Banten atau tidak, publik masih menunggu dinamika politik hingga nanti.

Redaksi Banten Perspektif

Pilgub Banten Akan Sedot Duit Rp 125 Miliar

 

BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten mengusulkan anggaran kepada DPRD Provinsi Banten sebesar Rp 125 miliar. Usulan penganggaran Bawaslu tersebut diperuntukan bagi pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten (Pilgub) Banten tahun 2017 mendatang.

Komisioner Bawaslu Provinsi Banten, Eka Setya Laksmana mengatakan, meski pelaksanaan Pilgub Banten dilaksanakan tahun 2017, namun tahapan Pilgub dimulai pada April 2016 nanti. "Karena itu kami mengajukan usulan penganggaran pengawasan Pilgub Banten kepada DPRD Provinsi Banten," kata Eka saat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah di Ruang Rapat Pimpinan DPRD di KP3B, Curug Kota Serang, Selasa (29/9/2015).

Usulan penganggaran pengawasan Pilgub juga, lanjutnya, sudah disampaikan kepada Biro Pemerintahan Setda Provinsi Banten. "Ketersediaan anggaran di Bawaslu yang bersumber dari APBN hanya diperuntukan bagi biaya operasional, jadi kami minta DPRD Provinsi Banten menyetujui usulan penganggaran pengawasan Pilgub itu, karena pelaksanaan pengawasan Pilgub membutuhkan anggaran yang cukup besar," pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah mengatakan, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun anggaran 2016 akan dimulai pada Oktober 2015 nanti, lantaran saat ini Badan Anggaran DPRD masih melakukan pembahasan Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2015. "Raperda Perubahan APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2015 akan disahkan melalui rapat paripurna DPRD pada tanggal 30 September 2015," kata Asep.

Meski begitu, Asep mengaku akan menindaklanjuti usulan penganggaran pengawasan Pilgub tersebut bersama dengan Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Banten pada pembahasan APBD tahun anggaran 2016. "Usulan penganggaran pengawasan Pilgub juga akan saya sampaikan kepada Koordinator Komisi I DPRD Provinsi Banten (Nuraeni), agar bersama-sama menindaklanjuti usulan anggarannya," ucapnya.

Ditambahkan Asep, Bawaslu memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan tahapan Pilgub, sehingga keperluan untuk melakukan pengawasannya harus dipersiapkan."Kalau sekarang usulan penganggaran pengawasan Pilgub sudah disampaikan kepada Biro Pemerintahan, kami tinggal menunggu pengajuan dari TAPD untuk dibahas dalam pembahasan APBD tahun anggaran 2015. Saya mendukung usulan penganggaran pengawasan Pilgub ini," tegasnya sambil menutup pembicaraan.  
Sumber: Humas Pemprov Banten

Tahapan Pilgub Akan Dimulai Mei 2016

Published on: // ,
BANTENPERSPEKTIF-Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten rencananya akan dimulai tahapanya pada Mei 2016. Sejumlah pihak pun sudah mulai gerilya beradu strategi untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. 

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, Enan Nadia mengatakan, jika tidak aral melintang tahapan Pilkada 2017 akan dimulai pada Mei mendatang. Saat ini KPUD masih melakukan rapat persiapan untuk melakukan tahapan tersebut. "Insya Allah Mei kita mulai, kita berharap semua proses berjalan lancar sampai akhir Pilkada," kata Enan kepada Banten Perspektif, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, Enan juga mengatakan kalau pihaknya tengah mempersiapkan sebuah aula di kantor KPUD Banten untuk segala aktivitas Pilkada. "Kalau saya rasa tempatnya cukup representatif, jadi kami berharap kita bisa memanfaatkan tempat tersebut," kata Enan.

Sementara itu, sejumlah aksi sosialisasi dan tes pasar tengah dilakukan sejumlah calon, seperti pemasangan billboard, spanduk, stiker dan lobi-lobi politik tingkat elit. Belum lama ini, Andika intens menghadiri sejumlah pertemuan partai politik seperti HUT Hanura dan Rakorwil PKS. 

Jelas, Andika "Adu Kekuatan" dengan Rano Karno Melalui Billboard


 BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG-Pemilihan Gubernur Banten baru akan dimulai tahapanya pada Mei 2016 mendatang, namun suhu politik dan persaingan sudah mulai tampak. Hal ini terlihat dari pemasangan billboard para calon, seperti yang tampak antara billboard Andika Hazrumy dengan Rano Karno.

Pantauan Banten  Perspektif, billboard anak kandung mantan Gubernur Banten, Atut Chosiyah ini dipasang di dekat billboard Rano Karno. Yang membedakan billboard Rano atasnama Pemprov Banten sedangkan Andhika terlihat jelas pesannya dengan tagline " I Love Aa". 

Billboard di kawasan Kemang, Kota Serang, misalnya, di daerah dekat pintu Tol Serang Timur ini, billboard Andika dengan Rano Karno hanya berjarak kurang lebih 50 meter. Hal serupa juga tampak billboard di daerah Terminal Pakupatan, Kota Serang. Apakah ini menggambarkan keduanya memang sedang bersaing untuk merebut kursi A1 di Banten? 

Memang dalam beberapa waktu terakhir, hubungan keduanya lagi retak. Terakhir yaitu saat Sidang Paripurna DPRD Banten pada momentum HUT Banten, dimana Asep Rahmatullah, Ketua DPRD Banten yang notebene adalah politisi PDI Perjuangan, sempat diprotes karena tidak menyebutkan nama Ratu Atut Chosiyah dalam ucapan terima kasihnya.

Kedua, jika mau sebetulnya Rano Karno bisa meminta salah satu politisi Golkar untuk mendampinginya menjadi Wakil Gubernur Banten pasca Rano dilantik menjadi Gubernur Banten. Paling tidak sebagai wujud rasa kebersamaan ketika Rano diajak menjadi wakilnya Atut, sebelum dipenjara. Namun Rano justru asyik dengan kesendiriannya memimpin Banten.

Dan ketiga, Tubagus Chaeri Wardana, tersangka penyuapan yang tak lain paman Andika sempat "menyerang" Rano melalui pengacaranya perihal uang miliaran rupiah yang pernah diberikan Wawan, panggilan akrab Tubagus Chaeri Wardana, beberapa waktu lalu.
Meski keadaan ini sempat dinetralisir pada pemilihan Bupati Serang, dimana PDI 

Perjuangan dan Golkar bersatu, namun sepertinya itu tak cukup untuk mendinginkan hubungan antara keduanya. Perlu diketahui, Rano sebelumnya adalah pernah menjadi pendamping Atut, kini menjadi Gubernur Banten setelah Atut tertangkap KPK beberapa waktu lalu. Dan sampai sekarang Rano tidak memilih wakil kendati seabrek persoalan masih mendera Banten.  


Redaksi Banten Perspektif

Dibranding Pemuda Berkarya, Tagline 'I Love AA" Andika Disebar

BANTENPERSPEKTIF-KOTA SERANG-Nama Andika Hazrumy bagi masyarakat Banten, khususnya di Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak, sudah tidak asing lagi. Maklum saja, Andika adalah putera kandung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah sekaligus anggota DPD RI.

Sejumlah posisi dipegang olehnya, diantaranya Ketua Karang Taruna Propinsi Banten. Kini Andika pun digadang-gadang akan meramaikan bursa pemilihan Gubernur Banten 2017. Meski belum ada keputusan resmi dari Partai Golkar, namun para relawan Andika sudah gerilya terutama melalui media billboard, jejaring sosial dan media mainstream.

Tim atau relawan sepertinya sedang membranding Andika sebagai tokoh pemuda yang memiliki banyak karya dengan tagline I Love AA. Tagline ini mengisyaratkan kalau Andika banyak disukai warga di Banten, khususnya anak-anak muda. 

Selain memiliki wajah tampan, Andika memang tergolong politisi muda sehingga sebagian masih ada yang menyangsikan dan memberikan nasehat agar Andika cukup menjadi Wakil Gubernur Banten, baru setelah itu ia mencalonkan Gubernur Banten karena sudah ada pengalaman satu periode.
 
Bagi Anda yang melintasi sejumlah titik di Kota Serang, seperti kawasan Kemang, Pakupatan dan sejumlah titik lainnya pasti akan melihat dengan jelas billboard I Love AA terpasang. Bahkan di Kemang ada dua space billboard dengan model vertikal dipasang billboard I Love AA.

Panas-Dingin, Dingin-Panas Hubungan PKS-Keluarga Atut

Published on: // ,
BANTENPOLITICAL, SERANG-Politik memang seni, filosofi atau pengertian ini ada benarnya. Sebab kalau tidak dimaknai sebagai seni maka yang ada seseorang akan sport jantung, mengingat politik kadang seperti termos, dingin di luar panas di dalam. Namun kadang juga seperti main layang-layang, tarik ulur dan sangat ditentukan oleh kemampuan pemainnya. Kapan dia harus ditarik, kapan dia harus diulur, dilihat dari kondisi alam yang terjadi ketika itu.

Mungkin inilah filosofi untuk menggambarkan hubungan PKS dan keluarga Ratu Atut Chosiyah. Saat Pilkada Banten, dimana Zulkieflimansyah-Marisa Haque "bertanding" melawan Atut-Maksudi, hubungan keduanya cukup panas. Apalagi, waktu itu PKS "dikeroyok" dan duel karena hanya ada dua pasangan yaitu Zulkieflmasnyah melawan Atut. Selang beberapa waktu, hubungan keduanya mulai baikan ketika ada momen Pilkada Kota Serang, dimana PKS menyerahkan dukungan kepada TB Chaerul Jaman, adik tiri Atut atau paman tiri Andika Hazrumy.

Tak lama kemudian, hubungan keduanya memanas kembali ketika Atut-Rano Karno "bertanding lagi" dengan PKS yang waktu itu mengusung Jazuli Juwaeni.  Kondisi panas kembali reda ke suhu normal ketika ada momentum Pilkada serentak 2016, dimana dari tiga kabupaten dan kota keluarga Atut maju maka disitu PKS selalu mendukungnya. Hubungan panas-dingin ini sesuatu hal lumrah dalam berpolitik, tak heran para pakar psikologi menyarankan kalau seseorang tidak siap mental jangan berani coba-coba terjun ke politik kalau tidak ingin sport jantung dan akhirnya mengibarkan bendera putih, pertanda menepi dari aktivitas politik.

Dan di tahun 2017 ini, ada momentum Pilkada Banten untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Akankah hubungan yang sedang dingin ini kembali memanas? Lagi-lagi elit kedua partai inilah yang menentukan. Yang pasti masing-masing telah memiliki calon masing-masing. PKS punya jagoan dua orang yang potensial, yaitu Zukieflimansyah dan Anton Apriantono, mantan Menteri Pertanian. Sementara itu, keluarga Atut memiliki sang pangeran, Andika Hazrumy. Meski Andika belum tentu yang dimajukan karena masih tahap tes pasar.

Zul sudah punya pengalaman pahit bertanding melawan keluarga Atut. Secara aspek psikologis, Zul merasakan betul "hantaman" dan repotnya melawan keluarga Atut. Wajar kalau beberapa kali statement Zul sering memuji Andika, mungkin karena pernah merasakan langsung pengalaman pahit.

Di Rakorwil PKS, Zulkifliemansyah "Mesra'" dengan Andika, Sekufukah Mereka?

Published on: // ,
POLITICALBANTEN-KOTA SERANG-Hari ini (Minggu, 31 Januari 2016) DPW PKS Banten, menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil). Ada yang menjadi pusat perhatian publik, yaitu bertemunya kedua nama yang digadang-gadang bakal maju pada Pilkada 2017.

Ia adalah Zulkieflimansyah dan Andika, keduanya tampak "mesra" bahkan mereka sempat foto bersama sambil menggenggam tangan satu sama lainnya, layaknya calon yang sedang deklarasi pencalonan. Dilihat dari beberapa Pilkada Kabupaten dan Kota di Banten, PKS memang selalu mendukung keluarga Ratu Atut Chosiyah. 

Di Kabupaten Serang, PKS mendukung bibi Andika, yaitu Ratu Tatu Chasanah, di Tangerang Selatan pun PKS mendukung Airin Rachmi Diany yang tak lain istri Tb Chairi Wardana, paman Andika. Hanya pada pemilihan Gubernur dua kali PKS bersebarangan, yaitu saat sang ibunda Andika, Ratu Atut Chosiyah melawan Zulkieflimansyah dan ibu Andika menang. 


Waktu itu Zul berpasangan dengan Marisa Haque. Lalu pada empat tahun lalu di Pilkada Banten, PKS kembali bersebarangan dan lagi-lagi kalah dengan ibunda Andika ketika PKS memasang Jazuli Juwaeni.Publik pasti bertanya-tanya, apakah di momentum Pilkada Banten, PKS justru akan bersanding dengan Andika, seperti pada Pilkada kabupaten dan kota beberapa bulan lalu?.  

Mungkinkah mereka sekufu (setara-red) dalam artian bukan hanya sekadar basa-basi? atau justru PKS akan mendukung Andika kendati tidak berpasangan dengan kader PKS? Publik sama-sama menunggu keputusan elit di masing-masing kedua partai. Namun jika dilihat dari "permainan" di Pilkada kabupaten dan kota selama ini, posisi PKS hanya sebagai penggembira meskipun memiliki kader potensial untuk disandingkan dengan keluarga Andika.
Di Kabupaten Serang, misalnya, sosok Muhammad Najib Hamas justru "tersingkir" oleh Pandji Tirtayasa. Padahal sosok Najib ketika itu menurut sebagian besar kader PKS dan kalangan birokrasi di Pemkab Serang, ia laik mendampingi Tatu. Tak hanya itu, PKS di Kabupaten Serang juga sama-sama memiliki posisi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang. 

Itulah politik, segalanya bisa berubah dalam hitungan detik. Dan yang pasti, politik tidak terlalu hirau soal kecerdasan akademik. Kompetensi dan kecerdasan ilmiah sering terkubur oleh kecerdikan dalam meyakinkan  termasuk kemampuan mengendalikan "permainan".
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!